Dear LSPR 4C, with all my heart, …

3 tahun lalu, tepatnya ketika sedang patah hati, aku lalu mencari-cari kesibukan di luar rumah. Mulai dari nongkrong-nongkrong nggak jelas di kampus sama temen, main ke mall, sampe ikut-ikutan daftar masuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) TV di kampus. Tujuannya bukan biar bisa nyembuhin ‘hati yang patah’, tapi untuk membuktikan kalau seorang Cea bisa jadi ‘seseorang’ suatu hari nanti.

Suatu hari, pengumuman kelolosan masuk UKM TV di kampus keluar dan ternyata aku nggak keterima. Makin patah hati. Rasanya aku bisa ngedit video, deh. Dan posisi yang dicari adalah editor! Kenapa gue nggak keterima? pikirku. Sedih dan kecewa. Ternyata Cea terlalu sombong. Cea bukan siapa-siapa.

Aku mengadu kepada salah seorang dosen di kampus yang memang sudah kuanggap sebagai mama sendiri. Ms. Candy. Ia seorang Filipina. Ia memotivasi aku agar tidak kecewa dan agar aku tidak menyerah. Ia bilang, “we can make a new club if you want and if you’re ready.” Club apa? Aku ga bisa apa-apa selain ngedit video.

Ms. Candy menceritakan tentang keterlibatannya di kegiatan-kegiatan lingkungan dan mengingatkanku kalau beberapa waktu sebelumnya aku pernah ‘dicemplungin’ olehnya untuk mengikuti konferensi lingkungan yang diadakan oleh salah satu universitas swasta di Jakarta. Sepertinya menarik! pikirku waktu itu.

Akhirnya aku mengumpulkan beberapa teman untuk membuat UKM yang nantinya akan bergerak di bidang lingkungan tersebut. Kebetulan ada beberapa yang mau, walaupun beberapa dari mereka pun terpaksa karena nggak enak sama aku. Karena begitu, maka secara de jure dan de facto aku ditunjuk menjadi President Club alias Ketua UKM dadakan. Dadakan disuruh bikin visi misi, dadakan disuruh presentasi, tapi semua mau nggak mau aku jalanin. Tapi aku sama sekali nggak ngerti soal lingkungan! Temen-temenku yang lain pun enggak. Gimana mau bikin visi dan misi? Gimana mau presentasi?

Ms. Candy selalu bilang, ‘You don’t have to understand everything about the environment. You don’t have to have a background in environmental science. You don’t have to be an environmentalist. As long as you want to change the world, you can change it start from little things. Start from your hand. So be part of it! Together we can make a big difference.’ Maka itulah yang menjadi visi misi LSPR 4C saat itu: bring the students together to start doing little things from our own hands because together we can make a big difference.

Saat itu bulan Januari 2009.
Ms. Candy, dosen yang merangkap sebagai ibuku di kampus itu memang orang yang sangat optimis. Dia menargetkan dalam satu bulan ke depan, UKM ini harus launching dan kami harus bikin satu bulan yang penuh kegiatan lingkungan yang dinamakan LSPR Environment Month.

Tapi nama UKMnya apa? Karena Dosenku sering aktif di kegiatan British Council, maka nama UKM ini pun diberikan oleh Direktur dari British Council Indonesia. LSPR Climate Change Champions Club yang kami singkat menjadi LSPR 4C.

Satu bulan? UKM baru mau bikin kegiatan selama 1 bulan dan persiapannya juga cuma 1 bulan??!! Gila! Sekarang kan musim liburan?! pikir orang-orang pastinya. Tapi kami ber-11 optimis kalau hal ini bisa terlaksana! Maka kami mengorbankan waktu liburan kami dengan tetap setiap hari ke kampus untuk ngerjain segala hal untuk Environment Month. Ada yang sibuk ngedesign materi publikasi, bikin Press Release, ngeprint-ngeprint, bikin pin sendiri, ngundang media, nelponin sponsor, bikin konsep acara dan rundown, buka perekrutan volunteer, dan lain-lain. Belum lagi kalaupun kami pulang ke rumah, kami tetap harus bekerja dari rumah via online. Semua kami jalankan dengan senang hati dan sukarela.

16 Februari 2009, resmilah LSPR 4C menjadi sebuah UKM baru di STIKOM LSPR dan selama bulan Februari kami mengadakan kegiatan-kegiatan lingkungan. Semenjak saat itu aku mulai menemukan keluarga baru di LSPR 4C. Jatuh cinta dengan anggota-anggotanya, jatuh cinta dengan kegiatan-kegiatannya, dan lain-lain.

Akan sangat panjang kalau aku menuliskan kegiatan-kegiatan yang telah LSPR 4C lakukan selama 3 tahun ini, jadi aku nggak akan menuliskan itu di sini, karena memang tujuan aku menulis ini bukan untuk itu. Aku menulis ini karena setelah 3 tahun bersama LSPR 4C, dari awal berdirinya dan menjadi President pertama, juga pernah menjadi volunteer karena sedang sibuk magang, sampai akhirnya sudah lulus dan diangkat menjadi staff karena LSPR 4C naik kelas menjadi sebuah divisi CSR di kampus, akhirnya tiba saatnya aku untuk pamitan.

Membuat sebuah komunitas atau klub merupakan hal yang mudah. Tinggal kumpulkan orang-orang dengan visi misi yang sama, maka jadilah. Yang sulit adalah mempertahankannya. Bagaimana menjaga agar orang-orang ini tetap bisa berjalan beriringan menuju satu tujuan, bagaimana membuat agar hubungan ini lebih dari sekadar hubungan profesional.

Selama 3 tahun, LSPR 4C telah membuktikan eksistensinya di dunia kemahasiswaan dan lingkungan. LSPR 4C sudah cukup dikenal dan memiliki hubungan yang baik dengan kampus-kampus dan komunitas-komunitas lain. Hal ini tetap harus dipertahankan, dijaga, dan dikembangkan. Bukan tugas yang mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin. Regenerasi harus terus terjadi. Perubahan itu penting, tapi harus terus lebih baik. LSPR 4C yang nanti aku lihat harus jauh lebih baik dari sekarang. LSPR 4C harus terus hidup dan bertahan dengan segala tantangan yang mereka hadapi, baik sekarang, maupun ke depannya.

Yang terpenting adalah bagiku, LSPR 4C bukan cuma sebuah klub, atau komunitas, atau pekerjaan, tapi merupakan sebuah keluarga. Layaknya sebuah keluarga, LSPR 4C akan terus menempati sebuah tempat khusus di hatiku. LSPR 4C akan saling mengingatkan. Dan layaknya sebuah keluarga, LSPR 4C harus seperti satu tubuh yang tidak akan saling menyakiti satu sama lain dengan sengaja. Akan saling membantu, bekerja sama, menutupi dan menyembuhkan luka.

Good luck, LSPR 4C untuk LSPR Environment Month yang keempat tahun ini.

I will always be proud of you, guys! You’re doing GREAT! Keep sharing and inspiring me. LSPR 4C is not my job. It’s a family. I quit my job, but I don’t quit my family.

Thank you for everything, for all good things and bad things (that are still good) that happened in my life this past 3 year. I’ve learned so many things from you. I grow up here. I built my character from here. I found new family here.

I love you. So much!

Remember, this is not a GOODBYE, dear. This is a NEW HELLO.

Hai!! Aku Cea. Mantan President LSPR 4C tahun 2009, akan menjadi mantan staff juga di LSPR 4C. Senang berkenalan dengan kalian 🙂

Posted with WordPress for BlackBerry.

Sudah Siap Menyambut Earth Hour 2012??

SAHABAT HIJAU seantero Indonesia! Yukk, rapatkan barisan dan bersiap sambut EARTH HOUR 2012: “INI AKSIKU, MANA AKSIMU?”
Sabtu/ 31 Maret 2012, Pk. 20.30-21.30 waktu lokal masing-masing

Berikut beberapa hal yang HARUS kita lakukan:
1) Matikan lampu dan alat-alat listrik yang TIDAK DIPERLUKAN

2) Sign-up di www.wwf.or.id/earthhour
–> Target kita 1juta sign-up tahun ini. Ini penting untuk menghitung kuantitas keterlibatan Indonesia dalam EH kali ini.

3) Ramaikan sosial media mu dengan follow @EHindonesia dan hashtag #iniaksiku dan #earthhour

4) LIKE fanpage Earth Hour Indonesia di http://www.facebook.com/EHIndonesia

5) Sebarkan info ini ke teman-teman lainnya!

Berikut beberapa hal LEBIH untuk kita lakukan untuk memberi dampak lebih:
1) Approach RT/RW/Lurah/Camat/Walikota/bahkan Gubernur kalian untuk dukung EarthHour dengan memberikan surat himbauan kepada WARGA + GEDUNG-GEDUNG PEMERINTAHAN untuk ikut serta mematikan lampu

2) Approach gedung-gedung/sektor BISNIS di sekitar kamu untuk ikut mematikan lampu. Hanya 1 jam, dan itu hari Sabtu. Seharusnya bisaa!

3) Approach SEKOLAH/UNIVERSITAS kamu untuk ikut mematikan lampu. Bahkan kalau bisa, buat sekolah/universitas kamu jadi salah satu pusat kegiatan di lingkungan kamu dengan membuat suatu AKSI KAMPUS (cek youtube EH tahun-tahun lalu untuk lihat aksi kampus seperti apa saja yang sudah dilakukan teman-teman kita lainnya)

4) Approach MEDIA untuk ikut menyuarakan pentingnya partisipasi kita dalam EH!

Informasi lebih lanjut, cek:
www.wwf.or.id/earthhour
https://www.facebook.com/EHIndonesia
@EHindonesia

SPREAD THE NEWS ya, kawan2!
Happy earthhour-ing!! 😀

Pemuda se-Asia Pasifik Akan Bahas Isu Lingkungan

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengumpulkan anak-anak muda dari negara-negara di Asia Pasifik dalam menyusun rencana sebuah aksi lingkungan yang kemudian akan diimplementasikan di negara masing-masing. “

 

Kamis, 4 Agustus 2011

Bandung (ANTARA News)-Sejumlah pemuda dari negara-negara Asia Pasifik akan membahas isu lingkungan dalam “Asia Pacific Youth Assembly (APYA) on Global Environmental Issues 2011/Majelis Pemuda Asia Pasifik dalam Isu Lingkungan Global 2011”, di Jakarta, September mendatang.

“Hingga saat ini sudah ada 30 pemuda berasal dari 9 negara di Asia Pasific yang sudah terpilih sebagai delegasi negara mereka,” ungkap Ketua Sekretariat LSPR “Climate Change Champions Community” (4C), Lidwina Marcella, ketika dihubungi lewat surat elektronik, Kamis.

Kegiatan berskala internasional ini diselenggarakan oleh The London School of Public Relation (LSPR) Jakarta yang akan diikuti sejumlah negara di Asia Pasifik, di antaranya Australia dan negara-negara di Asia Tenggara dan Asia Timur.

Tema yang diusung merupakan tema lingkungan yang melibatkan aksi para pemuda dalam membuat perubahan gaya hidup.

Menurut Lidwina, tujuan kegiatan ini adalah untuk mengumpulkan anak-anak muda dari negara-negara di Asia Pasifik dalam menyusun rencana sebuah aksi lingkungan yang kemudian akan diimplementasikan di negara masing-masing.

Para pemuda tersebut, lanjut Lidwina, akan berdiskusi dalam menentukan tindakan nyata yang bisa menjadi solusi bagi masalah perubahan iklim. Salah satunya dengan cara melakukan perubahan gaya hidup.

“Aksi tersebut harus sederhana, memiliki pengaruh yang bisa diukur, mampu mengajak orang banyak untuk berpartisipasi, dan juga mampu mengajak media,” terangnya.

APYA on Global Environmental Issues 2011 berisikan sejumlah rangkaian kegiatan yang akan berlangsung pada 6-10 September mendatang di Jakarta.

Rangkaian kegiatan tersebut, di antaranya seminar, kunjungan ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), FGD (Focus Group Discussion/diskusi kelompok terfokus).

Seminar akan dibagi ke dalam 3 tema besar, yaitu Kepemimpinan dan Lingkungan, Inisiatif Pemuda, dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Pembicara yang akan dihadirkan dalam seminar tersebut adalah alumni-alumni British Council Global Changemaker, WWF Indonesia, dan Kementerian Lingkungan Hidup,” lanjut Lidwina.

Pada tanggal 10 September juga akan digelar pameran bertajuk “Green Carnival” yang akan menampilkan kesenian budaya Indonesia dan negara-negara Asia Pasifik.

“Akan ada juga pertunjukan film tentang lingkungan dari klub film, Movies Explorer Club ,” tutup Lidwina.

Editor: Ella Syafputri

 

sumber: http://www.antaranews.com/berita/270155/pemuda-se-asia-pasifik-akan-bahas-isu-lingkungan

BIG Chance for YOU

Selection of Indonesian National Delegates for World Leadership Conference 2011 in Singapore.

General Information
The World Leadership Conference (WLC) will be held on July 11-15, 2011 in Singapore (www.worldleadershipconference.org). It reflects the highest ideals of ECO Singapore in bringing together motivated and proactive individuals from Asia and the Pacific to address climate change pertinent issue and to develop leadership qualities which would best prepare for participation for Rio+20.

ECO Indonesia as the Sister Organization of ECO Singapore will select national delegates who will arrange national consultation draft to WLC 2011. We encourage young leaders who concern in environmental issues to participate.
Here, we open an announcement to Indonesian youth that ECO Indonesia will select national delegation consist of 5-9 persons to be the country’s representative to attend and involved in the consultation process in the conference.

We will conduct a workshop (as advised) for the 5-9 selected delegates, with the help of an expert from local NGO or government representative, to build up our national input draft for Rio+20.

The committee will provide accomodation and lunch during the conference. However, since the conference fee (S$ 150 per delegate) and airfare should be covered by delegates, selected applicants have to be able to show that they are going to attend the WLC in Singapore by their own expenses. Therefore we will encourage and support them to do fundraising by selling WLC tickets or getting sponsors or donators to attend the conference.

Timeline
31st May 2011 : Deadline of application
31st May – 3rd June’11 : Selection of WLC delegates
3rd June 2011 : Announcement of 5 Indonesian delegates
4th June 2011 : National Consultation Workshop
5 th June – 9 th July 2011 : Fundraising period & Finalization of National Input
Draft
11 th -15 th July 2011 : WLC in Singapore

Eligibility:
1. Applicant should be between 18-30 years old.
2. Have knowledge in environmental issues and involve in related organization/able to show that they are interested in environmental issues.
3. Have a good communication in english both speaking and writing.
4. Willing to cover conference fee, air fare and other expense by themself or sponsors.
5. Send completed application form to commitee by May 31, 2011 at 23.59 pm to ecoindonesia@yahoo.co.id

Application form:
http://www.4shared.com/document/EL7umTek/Application_Form_Indonesian_De.html

Please contact Nor Rofika Hidayah (Ika/Fika) by email (ika_246@hotmail.com) for further information.

My Ambitious Dreams

I always love to talk about my dreams rather than my accomplishments. I don’t know why, but I feel if I shared it, I have an obligation to make it all come true and I hope I can inspire people to also make theirs come true.
Here are my ambitious-dreams. I call my dreams ‘ambitious’ because they are.. LOL.
  1. Have a birthday celebration in a nursing home in April and will invite my friends to be the guardian angels for each grandma and grandpa there.. 🙂 They have to bring a gift, not for me, but for the grandma or grandpa who has chosen for them and they should accompany that grandma or grandpa all day in the nursing home. If anyone has a contact of a nursing home in Central Jakarta, I would really appreciate if you can share it for me.
  2. Make Pre-Congress in April and May and a National Congress in October for KOPHI (Koalisi Pemuda Hijau Indonesia). We are looking for the agents of change from each province in Indonesia who can make a difference from little things they do with their communities. Anyone interested? Wait for the info about it. :p
  3. Make an Asian Youth Assembly in December. We will invite youth representatives from Asian countries to come to Indonesia and we will make a conference about climate change issue and make an international action that can inspire youth from all over the world to do the same thing.
  4. Publish my own book — I picked up the tittle already LOL –> a-MAZE-in LIFE! I picked the title already This is the story of my life and it’s still a secret. hahaha…
  5. Me and Olivia D. Purba will wrote a story about our Montana experiences and hopefully we can publish it. OK. Just pray, Oliv.. 🙂
  6. Publish the novels that my friend (Indri Gitta Edria) and I wrote when we were 11 year old in Elementary School. They consist of 9 books actually, but I can only find 7 of them. The stories were about 6 teenagers who were travelling to some cities in Indonesia and also other countries and they experienced exciting adventures in every place they visited. We wish we can get sponsors from Indonesian Ministry of Education and even UNICEF.. :p
  7. Go around the South East Asia Countries, or at least go to Laos, Cambodia, Vietnam, and Thailand, so I can meet all my SUSI friends there. Backpacking!! 😀
  8. Go to UK. I do really wish and strive to make it come true. Let’s pray hard and work hard for it!! yeay!!!

I have to accomplish all of these this year! 😀 *finger cross*

What are your dreams? Share it to me.. 🙂

LSPR Climate Change Champions Community (LSPR 4C) Meluncurkan Program GREEN CANTEEN di STIKOM LSPR

Jakarta, 17 Januari 2011, STIKOM LSPR meluncurkan sebuah program bernama Green Canteen. Program yang diusung oleh salah satu divisi di STIKOM LSPR ini bermaksud menciptakan gaya hidup sehat dan berdampak baik bagi lingkungan. Sebagai penyandang The First Green Label Campus in Indonesia yang diberikan oleh The British Council Indonesia, STIKOM LSPR memiliki kewajiban tidak hanya menggalakkan kegiatan-kegiatan lingkungan di luar kampus, tetapi juga meng’hijau’kan kampus sendiri.

Program Green Canteen ini mengajak semua tenant kantin STIKOM LSPR untuk mengganti tempat makan dan minum yang terbuat dari plastik atau styrofoam menjadi tempat makan yang lebih ramah lingkungan, misalnya pembungkus yang terbuat dari kardus atau kertas. Mereka mengajarkan para tenant untuk memanfaatkan sisa makanan di kantin untuk dijadikan pupuk kompos dengan sistem keranjang takakura yang disediakan di setiap counter kantin. Para mahasiswa diajak turut serta dalam program ini dengan dihimbau untuk memakan makanan mereka di kantin, juga tidak menerima kantong plastik.

Para tenant kantin ini ternyata memiliki ide yang lebih kreatif dan efisien. Daripada mereka mengeluarkan dana lebih untuk membeli pembungkus kardus yang tentunya lebih mahal, mereka membuat kotak deposit bagi para pembeli yang meminta makanannya dibawa pulang. Mereka menyediakan tempat makan yang dapat digunakan berkali-kali dengan syarat para pembeli harus mendepositkan uang mereka sebesar Rp 5000-Rp 7000. Jika mereka mengembalikan tempat makan tersebut, maka uang deposit mereka akan dikembalikan. Tetapi jika tidak, mereka dianggap membeli tempat makan tersebut. Menurut pengakuan tenant kantin, sistem ini disambut baik oleh mahasiswa.

Kegiatan Green Canteen Launching yang diadakan di area kantin STIKOM LSPR Kampus B pada saat makan siang ini untuk mensosialisasikan program ini kepada para mahasiswa. Dalam acara ini, beberapa anggota LSPR 4C memberikan penjelasan mengenai bahaya menggunakan plastik dan styrofoam, tak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi tubuh kita. Mereka juga mengundang Zukhriatul Hafizah, Runner Up I Putri Indonesia 2009 dengan gelar Putri Indonesia Lingkungan Hidup untuk berbagi pengalaman mengenai kegiatannya yang berhubungan dengan lingkungan.

Berdiri pada tanggal 16 Februari 2009, LSPR 4C merupakan sebuah unit kegiatan mahasiswa yang aktif dan berkomitmen untuk menjadi agen perubahan demi menciptakan lingkungan yang lebih baik dengan nama LSPR Climate Change Champions Club. Sejak saat itu, LSPR 4C selalu turut serta dalam setiap kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan dan perubahan iklim. Kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan sejak tahun 2009 antara lain adalah penanaman bibit bakau di Muara Angke dan Marunda, membersihkan pantai, berpartisipasi dalam Earth Hour Indonesia 2009 dan 2010, menanam bibit bakau bersama Kedutaan Amerika Serikat dan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), mengadakan penyuluhan tentang lingkungan kepada anak-anak di Sanggar Daun, memberikan pelatihan mengenai pemilahan sampah organik dan non-organik kepada maintenance crew Sudirman Park dan STIKOM LSPR, mengikuti berbagai kegiatan international seperti: Climate Action Day, Green Finger Action, juga mengirimkan perwakilan ke international conference di Makassar (IYCF) dan di Amerika.

LSPR 4C menjalin kerjasama yang baik dengan beberapa organisasi dan komunitas hijau, di antaranya: WWF Indonesia, the Climate Project Indonesia, British Council Indonesia, Gerombolan Peduli Sampah (Gropesh), Jakarta Green Monster (JGM), LPP Mangrove, Eco Indonesia, Eco Singapore, Kedutaan Amerika Serikat, Sindikat Musik Penghuni Bumi (SIMPONI), dan masih banyak lagi. Tak hanya itu, LSPR 4C juga menjalin kerjasama dengan universitas-universitas di Jakarta dan sekitarnya untuk kegiatan lingkungan ini.

Melihat dari banyaknya kegiatan yang dilakukan oleh LSPR 4C, maka pada tanggal 28 Oktober 2010 yang bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, LSPR 4C berubah status dari sebuah unit kegiatan mahasiswa menjadi sebuah divisi dengan nama LSPR Climate Change Champions Community. Bersamaan dengan hal ini, STIKOM LSPR membuka pintunya menjadi sekretariat bagi sebuah komunitas lingkungan yang bernama Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) dan mendukung segala kegiatan yang dilakukan oleh KOPHI.

LSPR 4C berhasil mendapatkan penghargaan Green Leadership Award in AREA (Asia Responsibility Entrepreneurship Awards) 2010.


Kalian punya cerita tentang kegiatan ‘hijau’ yang kalian lakukan? silakan share di sini.. 🙂

LSPR 4C dan KOPHI bersama AQUA Lestari

Senin, 27 Desember 2010, saya dan beberapa teman saya yang mewakili LSPR Climate Change Champions Community (LSPR 4C) dan Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) menghadiri acara penanaman pohon yang diadakan oleh salah satu merk air mineral terbesar di Indonesia, AQUA dengan tema AQUA Lestari di Desa Cidahu, Sukabumi.

Saya bisa ikutan acara ini awal mulanya karena mendapatkan email undangan dari PR Consultant yang membantu AQUA. Ia bilang, ia tau saya dari Alanda Kariza. Saya dan Alanda memang pernah ikut summer course mengenai lingkungan ke Amerika. Agak lucu sih, karena saya pikir alasan mereka mengundang karena background saya yang itu, tetapi ternyata lebih kepada background saya yang suka ngetwit dan punya blog (walaupun masih pemula). Tapi saya nggak begitu heran, karena sekarang new media, seperti: twitter, facebook, dan blog menjadi salah satu tools yang ikut berperan penting dalam penyebaran informasi, terutama untuk getting awareness and attention.

Saya merasa awalnya sang PR Consultant ini agak nggak enak hati untuk meminta saya melaporkan apa yang terjadi selama acara, istilah-nya: live tweeting. Menyadari keadaan itu, saya langsung memotong. Saya bilang, saya pernah kok ngerjain hal kayak gini juga waktu President Barrack Obama dateng ke Jakarta. Lalu setelah akhirnya ngobrol-ngobrol, ternyata saya dan sang PR Consultant itu seumuran dan kami memiliki mutual friends yang sama. Look! what a small world!

Ketika tiba hari H, saya dan beberapa rombongan berangkat bersama-sama ke Desa Cidahu, Sukabumi. Pas membaca-baca press release yang diberikan, baru sadarlah saya bahwa ternyata penanaman pohon yang akan dilakukan ini berlokasi di dekat Gunung Salak. Tidak heran. Gunung Salak kan sumber mata air yang dipakai AQUA untuk memproduksi air minum kemasannya.

Sesampainya di sana, acara sudah dimulai dengan kata-kata pembukaan dari Mentri Kehutanan, Bapak Zulkifli Hasan yang kemudian diikuti oleh simbolisasi pemberian plakat kepada para tamu undangan, diantaranya adalah KOWANI (Kongres Wanita Indonesia) yang diwakili oleh Ibu Dewi Motik; Bupati Sukabumi, bapak sukmawijaya; Kelompok Tani Hejo-daun; Pesantren Al-amin, Perwakilan Danone Aqua. Setelah itu barulah proses penanaman dilakukan.

Tadinya saya dan teman-teman saya pikir kami akan ikut menanam pohon bersama-sama, namun ternyata proses penanaman yang dilakukan hanyalah simbolisasi yang selanjutnya akan dilanjutkan oleh para pekerja di sana.

Program gunung salak lestari dikembangkan untuk memberikan manfaat bagi komunitas setempat dan mendorong mereka aktif berpartisipasi. Program konservasi ini mencakup berbagai kegiatan meliputi menjalin kemitraan dengan universitas atau LSM untuk memberi pelatihan cara membuat pupuk kompos, penyuluhan peternakan, pembibitan benih, dan nantinya membantu pemasaran hasil pertanian organik.

Program yang sudah diadakan sejak tahun 2006 dengan nama AQUA LESTARI ini membidik 4 kegiatan utama yakni: akses air bersih dan penyehatan lingkungan,konservasi dan pendidikan lingkungan,pertanian organik yang juga terkait langsung dengan pengelolaan sumber daya air terpadu serta monitoring dan pengurangan emisi karbon. Kali ini, yang dilakukan adalah penanaman 50rb pohon,dilakukan di lahan seluas 32Ha, yaitu 30rb pohon puspa seluas 24Ha,dan 20rb pohon jabon di lahan masyarakat. Penanaman pohon jabon dan sengon akan memberi kontribusi jangka panjang kepada warga setempat karena dalam waktu 4-5 tahun bisa dipanen kayunya.

Saya rasa ini merupakan sebuah tindakan yang bagus yang dilakukan oleh AQUA sebagai Corporate Social Responsibility mereka. Saya harap kegiatan penanaman pohon ini tidak hanya berhenti sampai di sini, juga tidak sekadar menjadi simbolisasi, namun juga diadakan monitoring terhadap bibit yang sudah diberikan sehingga benar-benar mencapai tujuan AQUA sendiri yaitu melakukan perlindungan sumber daya air dan konservasi lingkungan yang lestari.

Semoga kegiatan-kegiatan hijau seperti ini juga bisa dilakukan oleh institusi lain dan dapat menginspirasi semua orang.. Dan benar. Strategi penyebaran informasi melalui new media saat ini mungkin bisa menjadi salah satu option yang dapat kita dilakukan sehingga dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama anak muda yang merupakan generasi penerus bangsa dan saat ini sangat aktif dalam dunia sosial media.

Good job, AQUA!

p.s. We do not inherit our earth from our parents, but we borrow it from our children – Native American quote