Setelah Menikah, Aku Jadi Tau…

Setelah menikah, aku jadi tau…

Kenapa Mami dulu suka marah-marah ketika ia pulang dan menemukan piring-piring kotor di meja makan atau di cucian piring.
Karena ternyata Mami masih harus mencuci baju yang sudah setumpuk di ember, masih harus dijemur, dan besoknya disetrika, sampai tangganya pegal karena mengucek dan memeras pakaian, sampai tangan dan jari-jarinya kasar karena terlalu banyak kena detergen.

Kenapa Mami dulu suka marah-marah kalau mainan berserakan di lantai atau remah-remah biskuit berantakan di kasur.
Karena ternyata Mami harus membereskan tempat tidur yang penuh remah-remah biskuit, memunguti mainan-mainan di lantai, menata kembali mainan-mainan tersebut di tempat semula, mengelap meja, menyapu lantai, lalu mengepelnya, sampai tangannya kapalan karena menyapu, sampai pinggangnya pegal karena kelamaan berjongkok untuk mengepel, sampai pantatnya sakit kelamaan duduk ketika menyetrika.

Kenapa Mami dulu suka sedih kalau Papi bilang makanannya nggak enak atau kalau aku dan Aldo minta makan di luar.
Karena ternyata Mami sudah susah payah becek-becekan dan bau-bauan ke pasar, mencari bahan pangan yang paling murah namun berkualitas, nelpon Oma untuk menanyakan resep makanan yang kira-kira akan disukai suami dan anak-anaknya, lalu berjam-jam berdiri di dapur untuk memasak sampai rambutnya bau asap, sampai jarinya mungkin teriris pisau, sampai matanya perih karena mengiris bawang merah, sampai tangannya mungkin kena cipratan minyak panas, sampai bajunya kena kecap.

Kenapa Mami dulu suka marah-marah kalau anak-anaknya nggak bisa disuruh tidur.
Karena usahanya untuk membangunkan anak-anaknya untuk sekolah keesokan harinya berarti harus lebih keras.
Karena ternyata selain itu ia masih harus menyiapkan bekal untuk sarapan anak-anak dan suaminya sampai dia harus bangun paling pagi di antara semuanya.

Sebelum menikah, aku belum tau…

Betapa capeknya Mami setiap hari sampai sering minta anak-anaknya pijitin.
Betapa kesalnya Mami kalau anak-anaknya nolak kalau dimintain bantuan.
Betapa sedihnya Mami kalau anak-anaknya ngelawan kalau dibilangin.

Sebelum menikah, aku cuma tau…

Mami selalu bilang, “Nanti Cella tau sendiri kalau udah nikah.”

Sekarang, setelah menikah, aku jadi tau kalau pekerjaan Mami sangat berat. Kalau menjadi istri dan ibu rumah tangga itu pekerjaan yang berat. Salut kepada perempuan-perempuan di luar sana yang masih bisa membagi waktu antara menjadi ibu rumah tangga juga menjadi wanita karir.

Terima kasih kepada mesin cuci, kain pel berteknologi tinggi yang tidak perlu jongkok, dan tentunya para pengusaha laundry kiloan. They makes my life so much easier :))

Tribute to all women out there. You are the real super heroes!

Advertisements

3 responses to “Setelah Menikah, Aku Jadi Tau…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s