Dear LSPR 4C, with all my heart, …

3 tahun lalu, tepatnya ketika sedang patah hati, aku lalu mencari-cari kesibukan di luar rumah. Mulai dari nongkrong-nongkrong nggak jelas di kampus sama temen, main ke mall, sampe ikut-ikutan daftar masuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) TV di kampus. Tujuannya bukan biar bisa nyembuhin ‘hati yang patah’, tapi untuk membuktikan kalau seorang Cea bisa jadi ‘seseorang’ suatu hari nanti.

Suatu hari, pengumuman kelolosan masuk UKM TV di kampus keluar dan ternyata aku nggak keterima. Makin patah hati. Rasanya aku bisa ngedit video, deh. Dan posisi yang dicari adalah editor! Kenapa gue nggak keterima? pikirku. Sedih dan kecewa. Ternyata Cea terlalu sombong. Cea bukan siapa-siapa.

Aku mengadu kepada salah seorang dosen di kampus yang memang sudah kuanggap sebagai mama sendiri. Ms. Candy. Ia seorang Filipina. Ia memotivasi aku agar tidak kecewa dan agar aku tidak menyerah. Ia bilang, “we can make a new club if you want and if you’re ready.” Club apa? Aku ga bisa apa-apa selain ngedit video.

Ms. Candy menceritakan tentang keterlibatannya di kegiatan-kegiatan lingkungan dan mengingatkanku kalau beberapa waktu sebelumnya aku pernah ‘dicemplungin’ olehnya untuk mengikuti konferensi lingkungan yang diadakan oleh salah satu universitas swasta di Jakarta. Sepertinya menarik! pikirku waktu itu.

Akhirnya aku mengumpulkan beberapa teman untuk membuat UKM yang nantinya akan bergerak di bidang lingkungan tersebut. Kebetulan ada beberapa yang mau, walaupun beberapa dari mereka pun terpaksa karena nggak enak sama aku. Karena begitu, maka secara de jure dan de facto aku ditunjuk menjadi President Club alias Ketua UKM dadakan. Dadakan disuruh bikin visi misi, dadakan disuruh presentasi, tapi semua mau nggak mau aku jalanin. Tapi aku sama sekali nggak ngerti soal lingkungan! Temen-temenku yang lain pun enggak. Gimana mau bikin visi dan misi? Gimana mau presentasi?

Ms. Candy selalu bilang, ‘You don’t have to understand everything about the environment. You don’t have to have a background in environmental science. You don’t have to be an environmentalist. As long as you want to change the world, you can change it start from little things. Start from your hand. So be part of it! Together we can make a big difference.’ Maka itulah yang menjadi visi misi LSPR 4C saat itu: bring the students together to start doing little things from our own hands because together we can make a big difference.

Saat itu bulan Januari 2009.
Ms. Candy, dosen yang merangkap sebagai ibuku di kampus itu memang orang yang sangat optimis. Dia menargetkan dalam satu bulan ke depan, UKM ini harus launching dan kami harus bikin satu bulan yang penuh kegiatan lingkungan yang dinamakan LSPR Environment Month.

Tapi nama UKMnya apa? Karena Dosenku sering aktif di kegiatan British Council, maka nama UKM ini pun diberikan oleh Direktur dari British Council Indonesia. LSPR Climate Change Champions Club yang kami singkat menjadi LSPR 4C.

Satu bulan? UKM baru mau bikin kegiatan selama 1 bulan dan persiapannya juga cuma 1 bulan??!! Gila! Sekarang kan musim liburan?! pikir orang-orang pastinya. Tapi kami ber-11 optimis kalau hal ini bisa terlaksana! Maka kami mengorbankan waktu liburan kami dengan tetap setiap hari ke kampus untuk ngerjain segala hal untuk Environment Month. Ada yang sibuk ngedesign materi publikasi, bikin Press Release, ngeprint-ngeprint, bikin pin sendiri, ngundang media, nelponin sponsor, bikin konsep acara dan rundown, buka perekrutan volunteer, dan lain-lain. Belum lagi kalaupun kami pulang ke rumah, kami tetap harus bekerja dari rumah via online. Semua kami jalankan dengan senang hati dan sukarela.

16 Februari 2009, resmilah LSPR 4C menjadi sebuah UKM baru di STIKOM LSPR dan selama bulan Februari kami mengadakan kegiatan-kegiatan lingkungan. Semenjak saat itu aku mulai menemukan keluarga baru di LSPR 4C. Jatuh cinta dengan anggota-anggotanya, jatuh cinta dengan kegiatan-kegiatannya, dan lain-lain.

Akan sangat panjang kalau aku menuliskan kegiatan-kegiatan yang telah LSPR 4C lakukan selama 3 tahun ini, jadi aku nggak akan menuliskan itu di sini, karena memang tujuan aku menulis ini bukan untuk itu. Aku menulis ini karena setelah 3 tahun bersama LSPR 4C, dari awal berdirinya dan menjadi President pertama, juga pernah menjadi volunteer karena sedang sibuk magang, sampai akhirnya sudah lulus dan diangkat menjadi staff karena LSPR 4C naik kelas menjadi sebuah divisi CSR di kampus, akhirnya tiba saatnya aku untuk pamitan.

Membuat sebuah komunitas atau klub merupakan hal yang mudah. Tinggal kumpulkan orang-orang dengan visi misi yang sama, maka jadilah. Yang sulit adalah mempertahankannya. Bagaimana menjaga agar orang-orang ini tetap bisa berjalan beriringan menuju satu tujuan, bagaimana membuat agar hubungan ini lebih dari sekadar hubungan profesional.

Selama 3 tahun, LSPR 4C telah membuktikan eksistensinya di dunia kemahasiswaan dan lingkungan. LSPR 4C sudah cukup dikenal dan memiliki hubungan yang baik dengan kampus-kampus dan komunitas-komunitas lain. Hal ini tetap harus dipertahankan, dijaga, dan dikembangkan. Bukan tugas yang mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin. Regenerasi harus terus terjadi. Perubahan itu penting, tapi harus terus lebih baik. LSPR 4C yang nanti aku lihat harus jauh lebih baik dari sekarang. LSPR 4C harus terus hidup dan bertahan dengan segala tantangan yang mereka hadapi, baik sekarang, maupun ke depannya.

Yang terpenting adalah bagiku, LSPR 4C bukan cuma sebuah klub, atau komunitas, atau pekerjaan, tapi merupakan sebuah keluarga. Layaknya sebuah keluarga, LSPR 4C akan terus menempati sebuah tempat khusus di hatiku. LSPR 4C akan saling mengingatkan. Dan layaknya sebuah keluarga, LSPR 4C harus seperti satu tubuh yang tidak akan saling menyakiti satu sama lain dengan sengaja. Akan saling membantu, bekerja sama, menutupi dan menyembuhkan luka.

Good luck, LSPR 4C untuk LSPR Environment Month yang keempat tahun ini.

I will always be proud of you, guys! You’re doing GREAT! Keep sharing and inspiring me. LSPR 4C is not my job. It’s a family. I quit my job, but I don’t quit my family.

Thank you for everything, for all good things and bad things (that are still good) that happened in my life this past 3 year. I’ve learned so many things from you. I grow up here. I built my character from here. I found new family here.

I love you. So much!

Remember, this is not a GOODBYE, dear. This is a NEW HELLO.

Hai!! Aku Cea. Mantan President LSPR 4C tahun 2009, akan menjadi mantan staff juga di LSPR 4C. Senang berkenalan dengan kalian 🙂

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

5 responses to “Dear LSPR 4C, with all my heart, …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s