Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Terinspirasi lagu Chrisye tentang Surga dan Neraka yang kira2 sepenggal liriknya begini: ‘Jika Surga dan Neraka tak pernah ada, masihkah kau bersujud kepada-Nya?’, aku sedikit tergelitik mengingat pembicaraan dengan seorang teman.

A: Gw belom siap mati. Gw takut masuk neraka. Gw belom banyak berbuat baik.

B: Kenapa harus takut masuk neraka? Emang lo tau rasanya surga ama neraka kayak apa?

A: Kan itu tertulis di Alkitab.

B: Alkitab kan tulisan manusia.

A: Tapi gw mah percaya. Kalo gitu, ngapain lo berbuat baik?

B: Lah? Jadi berbuat baik cuma supaya masuk surga?

A: Sekarang gw tanya, buat apa lo berbuat baik?

B: Gw berbuat baik biar gw juga diperlakukan baik sama orang. Hukum ‘siapa yang menabur, dia yang akan menuai’ itu yang lebih gw percaya.

Kira2 begitu inti pembicaraannya. Ini bukan pembicaraan si realis dan si religius, hanya pembicaraan dua manusia random yang mencuat gara-gara musibah kecelakaan yang menimpa 9 orang pejalan kaki di Tugu Tani.

Kalau kamu sendiri? Buat apa kamu berbuat baik? Sekarang, jika Surga dan Neraka nggak ada, kamu masih mau berbuat baik?

*berkaca* 🙂

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s