A Late Birthday Gift

Mungkin saya bisa mengatakan kalau hari Sabtu, 28 Mei 2011 merupakan hari yang istimewa buat saya. Bukan saja karena hari itu saya akhirnya bisa menjalankan janji saya kepada diri saya sendiri untuk mengadakan syukuran di Panti Jompo, namun juga dikarenakan sebuah kisah kecil yang terselip di sela waktu di hari yang panjang itu.

Seorang teman memberi saya sebuah hadiah kecil yang katanya untuk hadiah ulang tahun. Meskipun terlambat, ia tetap memberi saya hadiah. Sebenarnya bukan hadiahnya yang menjadi istimewa, namun… perasaan yang timbul darinyalah yang menjadikannya istimewa.

Saskia Raishaputri Moestadjab. Seorang teman yang saya kenal baru sekitar setengah tahun lalu. Ia bilang pernah melihat saya di acara WWF. Jujur, saya tidak pernah menyadari hal itu. Namun memang setengah tahun belakangan ini kami berada dalam sebuah komunitas anak muda yang sama. Ia seorang gadis yang kelihatan tomboi, namun saya tau perasaannya sangat halus. Ia berdedikasi tinggi dan sangat bersemangat dalam hampir segala hal, namun tetap realistis menghadapi sesuatu. Ia santai walau kadang serius. Ia lucu meski kadang menyebalkan. Kami sering terlibat percakapan berdua dan ternyata sangat cocok. Ia sudah seperti seorang adik bagi saya.

Saskia lah yang menjadikan hari saya istimewa.

Setelah meeting KOPHI, saya memang harus buru-buru pergi karena harus mengantar teman dari Thailand untuk keliling Jakarta, namun sebelum ke toilet, Saskia berteriak, “Cici! Jangan pergi dulu. Gue serius!” Ia memang kadang memanggil saya ‘cici’ sebagai bercandaan. Maka saya pun menunggu ia keluar dari toilet.

Ia mengajak saya keluar dari tempat meeting yang kebetulan berada di restaurant dekat kampus. Ia membuka tas ranselnya da mengeluarkan sebuah buku hard cover berwarna coklat. Ia memberikannya kepada saya dan berkata dengan serius, “Maaf ya, Ce kalo gue ngasihnya telat. Tapi gue emang pengen ngasih ini ke lo buat hadiah ulang tahun lo.” Saya pun langsung terharu. Masih ada toh yang inget ultah saya hari gini? Ia lalu berkata lagi, kali ini dengan nada bercanda, “Ini gue beli pake uang gaji gue sendiri loh!” Entah itu benar atau tidak, tapi sudah sukses membuat mata saya berkaca-kaca dan memeluk dia.

Saya tidak pernah menyangka kalau sebuah hal kecil yang Saskia lakukan pada hari itu dapat mengubah hidup saya. Bukan berlebihan, tapi mulai saat itu saya semakin menyadari bahwa mungkin tidak perlu waktu khusus untuk memberikan sesuatu kepada orang lain. Walaupun ia berkata itu untuk hadiah ulang tahun saya, pada kenyataannya saat itu saya sedang tidak berulang tahun. Dan satu lagi pelajaran yang saya petik dari hadiah Saskia, yaitu bahwa sebuah hal yang bagi kita kecil, jika dilakukan dengan ketulusan hati dapat menyentuh hati orang lain dan mungkin membawa dampak besar dalam hidupnya.

 

Terima kasih, Saskia. 🙂

Advertisements

One response to “A Late Birthday Gift

  1. Hwuuuaaaa ciciii, skarang eikee yg nangiissss :’)

    Well, to be honest with youu, saya tidak ke wc, itu buru2 nulis to n from nya di tangga saji hehehheeee
    Untung kartu nya udah buat :p

    God bless us cicii :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s