Ketika Kedutaan AS di Jakarta Dianggap Memanfaatkan Blogger

Beberapa waktu lalu saya melihat beberapa artikel dari harian online yang menyebutkan bahwa pemerintah AS memberikan dana yang hampir sebesar 900 juta rupiah untuk kepentingan social media di Indonesia dan disebutkan pula bahwa Kedutaan AS memanfaatkan para blogger dalam negri untuk menyebarkan pengaruhnya dan untuk kepentingan AS lainnya. Hal-hal tersebut ditulis oleh media berdasarkan tulisan yang terkuak di WikiLeaks.

Salah satu contoh yang diangkat oleh beberapa harian online berkaitan dengan berita ini adalah ketika President Barrack Obama berkunjung ke Jakarta. Mereka menyebutkan bahwa para blogger dimanfaatkan untuk membangun animo masyarakat sebelum dan setelah kunjungan Obama ke RI. Dan di salah satu harian online yang saya lihat melalui twitter, saya melihat salah satu teman saya me-retweet dengan comment yang kira-kira isinya begini: “Jelas aja para blogger mau dimanfaatkan, orang kalian dibayar.”

Saya, sebagai salah satu orang yang pada waktu Obama berkunjung ke RI diajak oleh Kedutaan AS di Jakarta untuk menjadi bagian dari tim social media mereka merasa orang-orang Indonesia seringkali terlalu antipati terhadap Amerika. Saya rasa tidak ada yang salah jika Kedutaan AS memanfaatkan para blogger untuk kepentingan mereka. Tapi kenapa harus dilihat hanya dari satu sisi saja? Bagaimana kalau kita lihat dari sisi satunya? Misalnya: Para Blogger Memanfaatkan Kegiatan Social Media dari Kedutaan AS untuk Kepentingan Indonesia.

Bagi saya, memanfaatkan para blogger ini merupakan salah satu strategi yang bagus yang secara tidak sadar saat ini strategi seperti ini juga sudah digunakan oleh beberapa perusahaan di Indonesia. Kedutaan AS di Jakarta melihat bahwa pertumbuhan social media di Indonesia berkembang sangat cepat dan menuju ke arah yang positif. Dengan demikian setiap tahun mereka mengadakan Pesta Blogger di Indonesia. Lalu apa lagi salahnya? Bukankah bagus? Saya merasa bangsa Indonesia tidak hanya perlu dibudayakan untuk membaca, tetapi juga menulis. Pesta Blogger ini merupakan salah satu hal positif untuk membangun minat dan budaya tersebut.

Social media
memang sekarang menjadi salah satu tools yang paling efektif dan efisien dalam menyebaran informasi dan menciptakan awareness dalam masyarakat. Tidak salah kalau social media dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Malah itu bagus. Berarti kita dapat melihat dan memanfaatkan peluang yang ada.

Menanggapi comment dari teman saya itu, saya berkata, saya dan teman-teman blogger lainnya sama sekali tidak dibayar. Bahkan, saya sebenarnya bukan blogger. Di twitter pun follower saya tidak banyak. Buat apa mereka mengajak saya menjadi tim mereka? Akhirnya saya tahu kalau saya diajak karena saya merupakan salah satu US Alumni. Kedutaan AS di Jakarta hanya ingin melibatkan saya dan beberapa teman saya sesama alumni lainnya untuk menjalin hubungan yang baik antara AS dan RI. Lalu kenapa harus ditanggapi negatif lagi? Lagi-lagi, buat saya ini merupakan hal yang positif.

Ketika Kedutaan AS mengajak saya pun mereka sama sekali tidak memaksa. Mereka bertanya apakah saya mau membantu untuk membangun animo masyarakat terkait dengan kedatangan Obama di RI mengingat Obama beberapa kali tidak jadi datang. Pada saat itu saya sama sekali tidak dijanjikan reward apa-apa, namun dengan senang hati saya bersedia melakukannya. Mengapa? Karena bagi saya, menggunakan social media yang saya miliki untuk suatu hal yang positif sama sekali tidak ada ruginya, tidak ada salahnya. Apalagi saat itu mereka meminta saya untuk ikut memberitakan kedatangan salah satu orang nomor satu di dunia. Tentu saja saya dengan senang hati akan melakukannya.

Kalau orang-orang berfikir bahwa kedutaan AS memanfaatkan para blogger untuk kepentingan mereka, saya memanfaatkan strategi sosial media yang digunakan kedutaan AS untuk kepentingan saya dan Indonesia. Banyak keuntungan yang saya peroleh dengan menjadi tim social media AS. Pengalaman tersebut membuat saya belajar dengan sendirinya memanfaatkan social media yang saya miliki untuk hal yang positif. Saya belajar mengenai apa itu live tweeting. Menginformasikan kejadian secara live melalui twitter. Malah habis itu saya kecanduan live tweeting. Dan senangnya, hal itu mendapat tanggapan positif dari follower-follower saya. Tanpa harus nonton TV atau dengar radio, mereka bisa mengetahui kejadian tertentu pada saat yang bersamaan melalui live tweeting. Selain itu, saya berkenalan dengan banyak orang, para blogger di Indonesia. Kalau masalah diundang ke pidato Obama di UI mah, tanpa menjadi tim mereka juga saya sudah pasti diundang karena saya alumni. :p

Sehabis membaca tulisan saya ini, pasti akan ada beberapa tanggapan dari kalian yang merasa saya ke-amerika-amerika-an atau pro amerika atau apalah. Saya tidak peduli. Dan sekali lagi, saya tidak disuruh apalagi dibayar untuk menuliskan hal ini. Saya cuma ingin berbagi pengalaman dan opini saya mengenai pemberitaan ini saja karena saya merasa menjadi bagiannya.

Daripada kita terus-terusan mencari-cari kesalahan pihak lain dan tidak mau mengakui kelebihannya, lebih baik kita belajar untuk menjadi lebih baik. Hal buruknya bisa kita hindari dan jangan ditiru. Tetapi jika hal tersebut baik, kenapa tidak kita tidak melakukan hal yang sama dengan bebeapa penambahan dan perbaikan di sana sini? Jika strateginya berhasil, mengapa tidak kita pelajari? Mungkin lebih baik kita berfikir dan bertindak one step ahead, selalu berfikir positif, jangan selalu stereotype terhadap sesuatu, selidiki dulu segala hal, cari banyak-banyak informasi yang tidak hanya datang dari salah satu pihak. Bukankah salah satu prinsip jurnalistik adalah cover both sides ya?

Semoga bermanfaat.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

One response to “Ketika Kedutaan AS di Jakarta Dianggap Memanfaatkan Blogger

  1. IMO, gw sangat setuju dengan semua pernyataan yg dirangkum dlam karangan lo di atas. Intiny seiring dalam perkembangan teknologi saat ini, kita dengan sepenuh hati mempergunakan serta memanfaatkanny untuk tujuan dengan positif dan mendidik masyarakat, salah satuny dengan social media seperti ini…

    oh iy, gw pribadi setuju dgan kalimat 4 di paragraf no. 4. Hari gini gak cuma hanya membaca, tapi jga dilakukan dgan menulis donk..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s