I only one person

Jujur, selama ini saya jarang sekali baca koran. Berita-berita yang saya dengar cuma dari TV. Itu juga kalau kebetulan liat. Tapi berhubung sekarang sudah sangat jarang di rumah, dan berarti makin jarang liat TV, jadi saya makin nggak pernah liat berita. Namun, terima kasih kepada smart phone yang saya gunakan sehingga sekarang saya bisa dapat update berita setiap hari.

Pagi ini, dalam perjalanan saya ke kampus, saya dapati dari twitter bahwa tadi malam Gunung Merapi meletus lagi. Yahh, akhir-akhir ini Indonesia sedang dilanda bencana alam terus menerus. Mulai dari banjir bandang di Wasior, lalu tsunami di Mentawai, sampai Gunung Merapi yang mengeluarkan wedhus gembel atau abu vulkanik terus menerus. Kemarin-kemarin, ketika saya mendengar berita yang sama tentang Merapi, saya biasa saja. Simpati memang terhadap para pengungsi, tapi hanya sampai sebatas simpati. Membantu memang, tapi hanya sebatas sebagai jembatan. Tiba-tiba hari ini, pagi ini, saya berniat untuk melakukan hal yang lebih. Melakukan sesuatu yang lebih nyata. Tapi saya berfikir: saya hanya satu orang. Saya bisa apa?

Setelah membaca berita2 di dari media online yang dipublish melalui twitter sepagian ini, rasanya kepingin nangis. Apalagi pagi itu saya sambil mendengarkan alunan lagu dari Katon Bagaskara yang berjudul Yogyakarta. Huaaaaa… Air mata langsung mengembang di pelupuk mata. Pingin banget ikut ke Merapi untuk jadi relawan di sana. Nggak tau kenapa.

Makin siang, berita di twitter makin ramai, karena ternyata Merapi mengeluarkan awan panas lagi siang ini. Hati saya mengatakan saya harus melakukan sesuatu. Tadi pagi saya sempat bertanya ke teman di kampus apakah saya bisa ikut ke Jogja, karena rencananya kampus akan mengirimkan beberapa orang untuk berangkat ke Jogja untuk mengantarkan sumbangan sekaligus menjadi relawan. Tapi ternyata urusannya harus ke atasan lagi, dan saya pikir pasti sudah ditentukan orang-orang yang akan berangkat ke sana. Akhirnya saya memendam keinginan saya untuk membantu sampai akhirnyaaaaa barusan seorang teman dari WWF Indonesia menelepon dan menanyakan apakah KOPHI (Koalisi Pemuda Hijau Indonesia — komunitas pemuda yang baru didirikan oleh beberapa mahasiswa dari beberapa universitas di Jakarta dan sekitarnya) memiliki program untuk membantu korban bencana Merapi. Dari situ saya mulai semangat lagi! YEAY!! Itu juga yang dari tadi saya pikirkan, tapi masih ragu untuk bertindak, entah mengapa.

Mendengar antusias dari seorang teman tadi, saya mulai menghubungi teman-teman dari KOPHI yang lain. Ternyata mereka juga cukup antusias untuk melakukan hal yang sama. Semoga kami bisa melakukan hal yang nyata untuk mereka, teman-teman kita di sana yang sedang butuh bantuan. HUAAAHHH!! SEMANGAT!!

Iya. Saya hanya satu orang, dan saya tidak dapat melakukan segalanya. Tetapi karena saya hanya satu orang, saya akan melakukan segala hal yang bisa saya lakukan. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s